FIKIH

Bolehkan Merubah Niat Dalam Shalat ?




Oleh : Ust Abu Asma Andre


Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah.

Pertanyaan : ( Apa hukum ) merubah niat di dalam shalat ?

Jawaban : Merubah niat apakah dari muayyan (shalat tertentu) ke muayyan (shalat tertentu yang lainnya), atau dari mutlak (shalat sunnah mutlak) ke muayyan, kedua hal ini tidak boleh. Adapun apabila (perubahan tersebut) dari muayyan ke mutlak maka hal ini tidak mengapa. Contoh dari muayyan ke muayyan, seseorang yang ingin berpindah dari shalat sunnah dhuha ke rawatib shalat fajar yang ingin diqadhanya. Ia bertakbir dengan niat ingin shalat dua rakaat dhuha, kemuian ingat bahwa ia belum shalat rawatib fajar kemuian ia ganti niatnya dengan rawatib fajar. Perbuatan ini tidak sah karena rawatib fajar dua rakaat yang harus ia niatkan sejak awal shalat.

Begitu pula seseorang yang melakukan shalat ashar, dipertengahan shalatnya ia ingat bahwa ia belum shalat dzuhur kemuian ia niatkan shalatnya tersebut untuk shalat dzuhur, ini juga tidak sah karena niat shalat muayyan harus sejak awalnya.

Adapun mutlak ke muayyan, seperti seseorang yang shalat sunnah nafilah mutlak (tanpa sebab) kemuian ia ingat belum shalat fajar, atau belum shalat sunnah fajar kemuian ia rubah niatnya ke shalat dajar atau shalat sunnah fajar, ini juga tidak sah.

Adapun berpindah dari muayyan ke mutlak seperti seseorang yang memulai shalat rawatib fajar dan ia lupa ditengah-tengah shalatnya ia ingat kalau ia sudah melakukannya dari sini berubahlah niatnya yang pertama (niat shalat rawatib fajar) kepada niat shalat semata (sunnah mutlak). Contoh yang lain seseorang yang shalat wajib sendirian kemuian datang sekelompok orang shalat berjamaah kemuian ia ingin merubah niat shalat wajibnya kepada sunnah nafilah (mutlak) dengan meyudahinya pada rakaat kedua, hal ini dibolehkan karena ia merubah niatnya dari muayyan ke mutlak. Maka kaidahnya; dari muayyan ke muayyan tidak sah, dari mutlak ke muayyan tidak sah dan dari muayyan ke mutlak sah.

Al Liqa'at Al Maftuh 1/20 


About Muhammad Danu Kurniadi

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.